Gaun pengantin Taylor Swift masih menjadi misteri. Namun, hal tersebut tidak menghentikan para peritel untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari para calon pengantin yang ingin meniru gaun yang mereka yakini dikenakan oleh penyanyi lagu Style tersebut.
Swift dilaporkan secara luas mengenakan gaun haute couture dari Christian Dior dalam pernikahannya dengan pemain NFL Travis Kelce di Madison Square Garden pada 3 Juli. Meski demikian, hingga saat ini hanya sedikit detail yang telah dirilis mengenai pernikahan tersebut
“tahun ini ada tren besar terhadap gaun model draping dari Vivienne Westwood, khususnya koleksi arsipnya dari era 90-an,” ujar Langlois.
“Charli XCX pernah mengenakan salah satunya, Zendaya juga sering kembali mengenakan gaunnya untuk karpet merah, dan Gwen Stefani mengenakan sesuatu yang serupa pada pernikahan pertamanya, meskipun gaun tersebut dirancang oleh Galliano,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa dirinya sangat menantikan foto resmi gaun yang dikenakan Swift.
Langlois memprediksi tren gaun pengantin yang terinspirasi dari Swift akan menghasilkan perpaduan khas antara elemen gaun ball gown tradisional dan hiasan yang lebih playful. Menurutnya, tren tersebut akan menonjolkan “detail yang lebih mengikuti tren saat ini dan terlihat dari dekat, tetapi tidak akan sepenuhnya terlihat secara keseluruhan.”
Sejak pernikahan Swift, tim desain David’s Bridal yang berbasis di Hong Kong telah membuat sketsa sekitar dua lusin model gaun berdasarkan estetika yang kemungkinan disukai sang bintang pop. Fokus desain tersebut mencakup kemewahan khas Hollywood serta siluet dengan garis pinggang yang lebih rendah, kata CEO Kelly Cook kepada Reuters.
Cook mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa desain-desain yang telah dipersiapkan sebelumnya akan membantu perusahaan bergerak cepat begitu lebih banyak detail mengenai gaun asli Swift terungkap. Langkah antisipatif tersebut didasarkan pada data secara real-time yang dikumpulkan dari situs web perusahaan.

David’s Bridal—yang menawarkan gaun dengan harga mulai dari ratusan dolar hingga lebih dari US$3.000—telah melihat peningkatan pencarian untuk desain yang terinspirasi dari Swift. Hal ini mendorong tim kreatifnya untuk mulai mempelajari lebih dalam jejak gaya busana Swift yang berpotensi memengaruhi tren gaun pengantin secara lebih luas.
Viola Chan, kepala bagian couture dan desain di David’s Bridal Hong Kong, mengatakan timnya mempelajari kehidupan pribadi Swift untuk membuat tiga kelompok desain: gaun ball gown dengan hiasan, gaun sederhana dengan sentuhan detail, serta gaun pendek untuk mengantisipasi kemungkinan pergantian pakaian di tengah upacara.
“Bisa saja terinspirasi dari riasannya, gaya rambutnya, jumlah gaun yang dikenakannya, warna gaunnya, hingga dekorasi bunga,” kata Chan kepada Reuters.
Desainer busana pengantin yang berbasis di Barcelona, Pronovias, yang mendistribusikan koleksinya di lebih dari 100 negara, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka berencana mengambil inspirasi dari siluet, bahan kain, serta keseluruhan “attitude” atau karakter penampilan Swift.
Di situs resminya, Pronovias menyebut bahwa mereka mengambil inspirasi dari gaya busana pengantin yang memiliki pengaruh budaya dan dipopulerkan oleh ikon-ikon fesyen terkenal, termasuk Grace Kelly dan Putri Diana.
Dalam hal desain yang meniru pakaian tertentu, para pembuat gaun biasanya diperbolehkan meniru potongan, bentuk, atau siluet pakaian. Namun, mereka dapat memiliki batasan dalam aspek lain, seperti bordir atau hiasan manik-manik, kata Brad D. Rose, co-chair Intellectual Property Group di firma hukum Pryor Cashman yang bekerja dengan berbagai merek mewah, kepada Reuters.
— dengan materi dari Reuters





