Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz akan ditutup "sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dan hingga intervensi Amerika Serikat di wilayah tersebut berakhir."
TEHERAN: Iran mengatakan pada Minggu (12 Juli) bahwa pihaknya menutup Selat Hormuz dan meluncurkan rudal serta drone ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk setelah Amerika Serikat melakukan serangkaian serangan baru ketika konflik antara kedua negara tersebut semakin meningkat.
Pertukaran tembakan terbaru ini dipicu oleh serangan lain yang dilakukan Iran terhadap sebuah kapal komersial di Selat Hormuz. Awak kapal tersebut terpaksa meninggalkan kapal setelah kapal itu terbakar.
Eskalasi terbaru ini menjadi perkembangan yang semakin melemahkan kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang bertujuan untuk mengakhiri perang mereka. Konflik tersebut pecah pada akhir Februari setelah serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
Para mediator telah berupaya menyelamatkan solusi diplomatik setelah Presiden Donald Trump pada pekan ini menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.
“Setelah insiden ini … Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai berakhirnya intervensi Amerika di kawasan ini,” kata Korps Garda Revolusi Iran pada Minggu, menurut kantor berita negara IRNA.
Iran mengatakan bahwa pihaknya telah menargetkan dua kapal di Selat Hormuz, dengan alasan bahwa kapal-kapal tersebut mengabaikan instruksi untuk menggunakan jalur transit yang telah disetujui atau “melanggar peraturan”, demikian laporan IRNA.
Serangan tersebut memicu serangkaian serangan balasan besar-besaran dari Amerika Serikat ke berbagai wilayah di Iran. Militer AS mengatakan bahwa mereka telah menyerang sekitar 140 target dalam putaran serangan ketiga yang dilakukan pada pekan ini.

Media Iran melaporkan adanya ledakan di Bandar Abbas, Sirik, Jask, dan Pulau Qeshm, serta di Provinsi Khuzestan. Seorang tentara dilaporkan tewas di kota Jask yang berada di wilayah selatan.
“Amerika Serikat sedang memberikan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang secara bebas melintasi selat tersebut,” kata militer AS melalui platform X.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan:
“Iran telah membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka harus membayar akibatnya.”


