Kapasitas paru-paru anak-anak meningkat secara signifikan setelah kendaraan yang menghasilkan polusi paling tinggi dilarang melintas di beberapa wilayah London, Inggris, yang telah ditetapkan sebagai zona emisi rendah dan zona emisi ultra rendah, menurut sebuah studi terbaru.
Peneliti dari Queen Mary University of London dan Universitas Oxford meneliti lebih dari 3.000 anak sekolah berusia enam hingga sembilan tahun di pusat London dan Luton, sebelum dan setelah penerapan Ultra Low Emission Zone (ULEZ).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas paru-paru anak-anak di London kembali ke tingkat yang sehat setelah sebelumnya mengalami gangguan atau terhambat akibat paparan polusi udara.
Luton, yang menjadi lokasi pembanding dalam penelitian ini, merupakan sebuah kota di luar London dan tidak memiliki kawasan zona udara bersih yang ditetapkan secara khusus.
“Bukti ini mendukung penerapan zona udara bersih secara lebih luas sebagai salah satu langkah intervensi kesehatan masyarakat,” demikian isi studi tersebut. Penelitian ini dinilai menjadi terobosan penting dalam memperkuat bukti efektivitas kebijakan tersebut, yang sebelumnya sempat dikritik karena dianggap membebani para pengemudi.
Wali Kota London, Sadiq Khan, memperkenalkan rencana tersebut lebih dari tujuh tahun lalu. Dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk The Guardian pada pekan ini, Khan mengungkapkan bahwa ketika kebijakan tersebut pertama kali diusulkan, ia menghadapi banyak penolakan dari para pengkritiknya. Menurutnya, mereka menuduhnya telah menyatakan “perang terhadap para pengemudi demi mengejar kebijakan yang belum tentu berhasil.”
Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa kebijakan tersebut memang efektif.
Selama empat tahun, penelitian ini menemukan bahwa persentase anak-anak dengan gangguan fungsi paru-paru menurun di London maupun Luton. Di London, angkanya turun dari 14 persen menjadi 9 persen, sedangkan di Luton turun dari 9 persen menjadi 7 persen.
“Sejauh pengetahuan kami, penelitian ini memberikan bukti pertama bahwa peningkatan kualitas udara setelah penerapan zona udara bersih berkaitan dengan perbaikan perkembangan kapasitas paru-paru pada anak-anak,” tulis para penulis studi tersebut.
Menurut temuan mereka, paparan polusi udara yang berkaitan dengan lalu lintas sangat erat kaitannya dengan gangguan perkembangan paru-paru pada anak-anak dan remaja. Kegagalan mencapai pertumbuhan paru-paru secara maksimal dapat meningkatkan risiko asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit kardiometabolik, serta kematian lebih dini.






